Marhaenist.id, Bali – Organisasi Advokat PERADI Utama kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penegakan hukum di Indonesia dengan mengukuhkan dan mengambil sumpah 18 calon advokat baru, 5 di antaranya adalah Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang telah mengikuti Program PKPA Beasiswa Peradi Utama & PA-GMNI Batch 1 dalam sidang terbuka yang digelar di Pengadilan Tinggi Bali, Kamis (20/6/2026).

Prosesi pengambilan sumpah berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi para advokat yang kini resmi menyandang status sebagai penegak hukum dan siap mengemban amanah profesi dalam memberikan bantuan hukum, membela kepentingan klien secara profesional, serta menjaga tegaknya keadilan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PERADI Utama dalam mencetak advokat yang tidak hanya memiliki kompetensi hukum yang mumpuni, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi, integritas, dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari sistem peradilan di Indonesia.

Acara sakral tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PERADI Utama dari tingkat pusat maupun daerah. Turut hadir Ketua DPW PERADI Utama Bali, Adv. Rikhardus Ikun, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus DPW Bali yang memberikan dukungan dan motivasi kepada para advokat yang baru disumpah.

Hadir pula Kepala Bidang Keanggotaan dan Hubungan Antar Lembaga DPN PERADI Utama, Adv. Michael, S.H., CTA, CDRP, CPFI, beserta sejumlah pengurus lainnya yang turut menyaksikan lahirnya generasi baru advokat PERADI Utama.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PERADI Utama, Prof. Dr. Hardi Fardiansyah, menyampaikan pesan penting kepada para advokat yang baru diambil sumpahnya.

“Profesi advokat adalah profesi yang terhormat (officium nobile). Dengan penyumpahan hari ini, 18 advokat baru resmi memikul tanggung jawab besar untuk menegakkan hukum secara objektif, jujur, dan berkeadilan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Prof. Hardi, seorang advokat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan pemahaman hukum yang kuat, tetapi juga harus mampu menjaga independensi, integritas, serta menjunjung tinggi kode etik profesi dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

Melalui sambungan telepon, Prof. Dr. Hardi Fardiansyah, S.E., S.H., S.I.P., M.H., M.A., M.Ec.Dev., M.I.Kom., kembali menyampaikan ucapan selamat kepada para advokat yang baru disumpah.

“Selamat dan sukses kepada para advokat yang baru diambil sumpahnya. Semoga dapat menjadi advokat yang adil dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya. Selalu ingat bahwa ada tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik serta mengembangkan organisasi PERADI Utama di daerah masing-masing,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keanggotaan dan Hubungan Antar Lembaga DPP PERADI Utama, Adv. Michael, S.H., CTA, CDRP, CPFI, yang juga merupakan alumni GMNI Bondowoso, berpesan agar para advokat muda senantiasa menjaga integritas dan semangat perjuangan dalam menjalankan profesinya.

“Jagalah integritas, etika, keberanian, kecerdasan, serta semangat kebangsaan dan perjuangan kerakyatan. Jangan pernah merasa berjalan sendiri, dan jangan sungkan untuk berkolaborasi dengan advokat yang lebih senior, baik di DPW masing-masing maupun di DPP PERADI Utama,” ungkapnya.

Penyumpahan ini sekaligus menjadi simbol lahirnya penegak hukum baru yang siap berkontribusi dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat.

Kehadiran advokat yang profesional dan berintegritas dinilai sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan hukum yang terus berkembang di era modern.

Dengan bertambahnya 18 advokat baru tersebut, PERADI Utama wilayah Bali diharapkan semakin solid dan mampu memperluas kontribusinya dalam memberikan pendampingan hukum yang profesional, edukasi hukum kepada masyarakat, serta mendukung terwujudnya sistem hukum yang berkeadilan dan berkepastian hukum.

Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para pimpinan dan pengurus kepada para advokat yang baru disumpah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang penuh rasa syukur, kebanggaan, dan optimisme.

Senyum para advokat baru yang resmi mengemban profesi mulia tersebut menjadi simbol harapan lahirnya generasi penegak hukum yang siap mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat dengan penuh dedikasi.***